BATAM- 15 Oktober 2026 — Beberapa hari terakhir, wilayah Kota Batam mengalami pemadaman listrik yang berlangsung berulang dan dalam durasi yang cukup lama.

Banyak warga melaporkan aliran listrik padam secara tiba-tiba di berbagai kawasan, mulai dari perumahan, pusat perdagangan,hingga kawasan industri.

Pemadaman ini menimbulkan keresahan luas dan kerugian bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Gak main-main! Buntut blackout yang melumpuhkan Batam awal pekan ini, Ketua Umum Appeknas, Dr. Ir. Fandy Iood, ST., M.PWK., melontarkan desakan keras kepada PT PLN Batam.

Tidak hanya mendorong masyarakat dan pengusaha melakukan gugatan massal (Class Action) karena kerugian triliunan rupiah yang tak bisa diganti hanya dengan “diskon 10%”, Fandy juga menyentil kursi panas Direktur Utama PLN Batam.

Ia mempertanyakan transparansi Fit and Proper Test sang Dirut di tengah isu “lobby-lobby” dan kedekatan kekerabatan dengan pimpinan daerah. Menurutnya, blackout tanpa bencana alam adalah kegagalan fatal, dan pejabat yang bertanggung jawab harusnya gentleman untuk mundur.

Di tengah situasi yang memanas tersebut, muncul kabar bahwa Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, resmi dicopot dari jabatannya.

Tanggal Keputusan pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Namun, di sisi lain, Kwin Fo yang menjabat sebagai Direktur PLN Batam hingga saat ini belum ada keputusan pergantian atau pencopotan. Sekelas nasional saja bisa dicopot masa yang di batam lebih sakti. Kondisi ini tentu memicu pertanyaan dan spekulasi yang berkembang di kalangan masyarakat Batam.

“Mengapa yang di pusat sudah diganti, sementara yang di Batam, pimpinannya tetap di tempat?”

Beberapa kalangan menyampaikan dugaan bahwa hal ini berkaitan dengan kedekatan hubungan, di mana nama Kwin Fo disebut-sebut saudara kandung Wakil Wali Kota Batam.

 Tayangan sebelumnya, buah dari kesombongan sekarang menuai badai, ambisi kota digital lumpuh oleh seekor hewan?

Sumber tidak disebutkan nama menyampaikan, yakin karena seekor hewan.

Jangan-jangan takutnya ada sesuatu yang dilewatkan via Batam , Bintan, Tanjung Pinang.

Media harus cari tau lagi penyebab pemadaman listrik masal.

Perlu ditegaskan bahwa dugaan-dugaan di atas belum terbukti kebenarannya secara hukum maupun administratif. Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari PLN maupun pihak pemerintah daerah yang menjelaskan alasan di balik belum dilakukannya pergantian pimpinan di PLN Batam.

Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang transparan dan akuntabel. Pemerintah daerah maupun PLN diharapkan segera memberikan klarifikasi terkait hal ini, sehingga kepercayaan publik dapat dipulihkan dan penyelesaian masalah kelistrikan di Batam dapat berjalan dengan baik dan profesional.

Catatan: Berita ini disusun berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat. Pembaca diharapkan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang untuk kebenaran yang pasti.(tim)